Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina)

25 January 2008

INTEROPEKSI DIRI

Interopeksi diri merupakan perkara yang besar dan sangat penting untuk dilakukan oleh setiap umat Islam terhadap apa yang telah diperbuatnya. Interopeksi diri atau Muhasabah dibagi menjadi dua bagian:

1. Muhasabah diri sebelum beramal.

أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك {الحديث
"Hendaklah kamu beribadah kepada الله seperti melihat-Nya, jika kamu tidak dapat melihatnya maka sesungguhnya Dia melihatmu".

Ibnul Husain An-Nawawi berkata, ”Dan hendaklah manusia selalu muraqabah pada diri sendiri sebelum beramal dan dalam beramal, apakah hawa nafsu menggerakkannya atau penggeraknya الله SWT khususnya? Maka jika الله SWT yang menggerakkannya hendaklah dilanjutkan dan jika tidak hendaklah dia meninggalkannya dan inilah ikhlas.”

Berkata Hasan, “Semoga الله memberi rahmat kepada seorang hamba yang berdiri ketika berkehendak. Maka jika karena الله ia meneruskan dan jika kepada selainnya dia meninggalkannya".

Berkata Wahab bin Munabih dalam hikmah keluarga Dawud, “Hak bagi orang yang berakal hendaklah tidak boleh dilalaikan dengan empat waktu: Waktu ia bermunajat kepada Tuhan-nya, waktu dia bermuhasabah pada diri sendiri, waktu dia melapangkan saudara-saudaranya yang memberitahukan aib-aibnya dan membenarkan dari dirinya, dan waktu dia bersendirian antara dirinya dan antara kelezatan dalam apa yang dihalalkan dan tidak diharamkan, maka sesungguhnya waktu ini penolong atas waktu-waktu ini dan mengumpulkan kekuatan.”

2. Muhasabah diri setelah beramal.

”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Ibnu Qudamah berkata, ”Ini menunjukkan kepada muhasabah setelah selesai amal". Oleh karena itu Umar bin Khattab ra. Berkata, ”Hendaklah kamu bermuhasabah terhadap diri kamu sebelum kamu dihisab.” Dalam perkataan lain beliau berkata, ”Ketahuilah bawa seorang hamba sudah selayaknya mempunyai waktu di awal siang , untuk menetapkan pada dirinya yang harus dia lakukan, demikian juga selayaknya ia mempunyai kesempatan yang dia tentukan bagi dirinya pada akhir siang agar dia bermuhasabah atas apa yang telah dilakukan semuanya darinya. Sebagaimana yang dilakukan para pedagang di dunia bersama orang yang mengadakan serikat (kerja sama) diakhir tahun atau akhir bulan atau diakhir hari.”

Secara global Muhasabah diri ada 3 macam:
1. Muhasabah dalam ketaatan
2. Muhasabah dalam setiap amal
3. Muhasabah dalam perkara yang mubah

Faidah Muhasabah:
1. Menyingkap ‘aib
2. Akan mengetahui hak الله SWT
3. Menjadi penyebab diangkatnya ujian dan cobaan
4. Menjadi penyebab lapang dada untuk kebaikan dan mengutamakan yang kekal dari pada yang fana.
5. Merupakan desempatan untuk isla diantara hati dan manusia.
6. Terbebasnya dari sifat nifaq

No comments:

Post a Comment

Permata Hati-ku