Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina)

12 May 2008

IBADAH ...! Kalau Lagi Butuh Aja...

"Mushala sepi lagi Pak?" Kata seorang murid kepada gurunya setelah melaksanakan Zuhur berjama'ah di mushalah sekolah. "Jangankan Zuhur, dhuha aja biasanya rame". Sang murid menyambung pembicaraannya.

Ungkapan sang murid tersebut dikarenakan situasi yang berubah dari hari-hari biasanya di mushala sekolah. Biasanya para siswa (kebanyakan siswa kelas XII) rajin shalat dhuha dan shalat zuhur berjama'ah.

TANYA KENAPA...?
Kenapa ramai dengan orang shalat...?

JAWABannya adalah, karena mereka (khususnya kelas XII) akan menghadapi Ujian Nasional dan sudah semestinya mereka mendekatakan diri pada ALLAH untuk mengharap pertolonganNYA.
Berharap dan memohon dalam ibadah mereka untuk diLULUSkan dalam ujian dan diberikan NILAI yang baik.

AAMIIN...

Tapi kenapa SETELAH Ujian berlalu mushala sepi lagi dan hanya beberapa murid yang terlihat konsisten melaksanakan sholat dzuhur...???

JAWABannya adalah, karena mereka merasa sudah lega melewati masa-masa yang menegangkan dalam Ujian Nasional...?
Meraka menyadari bahwa Ujian Nasional yang sudah berlangsung tidak seperti yang diBAYANGkan sebelumnya, yaitu menegangkan, menakutkan, tidak bisa mengerjakan soal, dll.
Ternyata BIASA-BIASA aja tuh...!

Oooo.... Sungguh malang.... Ternyata,

Ibadah yang dilakukan hanya sekedar SEREMONIAL belaka
Ibadah yang dilakukan hanya KALAU BUTUH saja dengan ALLAH
Sebagai seorang muslim tentunya kita menyadari bahwa segala yang kita lakukan hanya karena ALLAH, bukan karena guru, orang tua, lulus ujian, dll. Ibadah dilakukan bukan hanya disaat-saat sulit saja tapi juga disegala kondisi baik senang maupun sedih.
Sifat manusia seperti itu sudah diabadikan oleh Dzat Yang Maha Mengetahui, ALLAH SWT, dalam Al Qur'an:
"Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur."
(QS. Yunus: 22)

No comments:

Post a Comment

Permata Hati-ku