Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina)

02 May 2008

Kepemimpinan

Seorang guru kaget ketika masuk kedalam kelas dan melihat beberapa orang murid yang memakai baju bebas (tidak mengenakan seragam). Sang guru bermaksud menegur sang murid, tapi ia ragu. Diruang guru, sang guru bercerita kepada temannya tentang murid yang tidak memakai seragam tersebut. "Ooo.. Bapak belum tahu ya? kan hari ini anak diperbolehkan memakai pakain bebas". kata guru yang lain. "Kan kepala sekolah sudah mengumumkan saat upacara bendera kemarin". guru tersebut menambahkan.

Tak lama dari percakapan tersebut, dari speaker sekolah terdengar sang wakil kepala sekolah mengumumkan: "Kepada para siswa, tidak dibenarkan memakai celana batik (maaf:) kolor, celana tetap memakai celana sekolah". Itulah revisi yang dilakukan tentang seragam dikarenakan ada beberapa siswa yang memakai celana batik (celana betawi).

Dari kasus diatas terlihat jelas bahwa gaya kepemimpinan seseorang akan terlihat jelas dari kebijakan-kebijakan yang diambil dan diterapkannya. Tidak ada komunikasi sama sekali antara Kepala Sekolah dengan para guru, dan sekolah dengan para muid, terlebih lagi antara sekolah dengan orang tua murid. Sehingga yang terjadi adalah kerancuan terhadap kebijakan yang ada.

Padahal dalam kamus kepemimpinan dijelaskan bahwa "Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Kepemimpinan mempunyai kaitan yang erat dengan motivasi. Hal tersebut dapat dilihat dari keberhasilan seorang pemimpin dalam menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sangat tergantung kepada kewibawaan, dan juga pimpinan itu dalam menciptakan motivasi dalam diri setiap orang bawahan, kolega, maupun atasan pimpinan itu sendiri."
Bagaimana semua personil organisasi akan memiliki satu tujuan dan sampai pada tujuan tersebut kalau komunikasi saja tidak terjalin dengan baik.

Wahai para PEMIMPIN, jika anda memiliki kebijakan maka komunikasikanlah keseluruh elemen dalam organisasi ANDA. Buatlah ATURAN yang jelas agar tidak ada kerancuan dalam pelaksaan kebijakan ANDA. Jadilah anda seorang PEMIMPIN yang DEMOKRATIF.


"Kebaikan akan dapat dikalahkan dengan keburukan yang terorganisir"

2 comments:

  1. Anonymous12:26 PM

    Saya setuju sekali Pa Ustad, Pemimpin itu dilihat dari sikap, oleh kata, olah rasa, olah raganya. Kebijakan yang satu arah kadang sering menyesatkan.Dari situlah kita tahu bahwa nantinya bila kita dipercaya untuk memimpin dapat belajar dari pengalaman pemimpin lain.Tapi tolong Pak Ustad bisa menyuarakan kebajikan untuk kebaikan.Bukan Close mouth in the conference.

    ReplyDelete
  2. Anonymous1:29 PM

    Pa Ustad, saya setuju tuh! ternyata jadi pemimpin itu harus bisa dijaga dalam sikap, tindakan, dan ucapan.Bila nanti kita diberi amanah untuk jadi pemimpin kita bisa belajar dari kepemimpinan yang belum benar!
    Ketika moral sudah tidak ada lagi di hati. segala cara pasti dianggap lebih bermoral. (UN yang ternoda)

    ReplyDelete

Permata Hati-ku