Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina)

14 October 2008

Bicara Yang Baik

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صل الله عليه وسلم:
من كان يؤمن بالله و اليوم الآخر فاليقل خيرا أو ليصمت

ِArtinya: Dari Abi Hurairah ra. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang beriman kepada ALLAH dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau lebih baik diam"

Dalam hadits di atas menjelaskan tentang kesempurnaan iman seseorang yang dinilai dari kata-kata yang terucap. Karena kata-kata yang terucap dari lisan sesorang mencerminkan kondisi hati seseorang. Apabila baik perkataan seseorang, maka baik pula hati dan keimanannya. Apabila perkataan yang selalu keluar dari lisannya adalah yang buruk, maka buruk pula keadaan hati dan imannya. Imam Ahmad dari Anas dalam Musnadnya menjelaskan, Nabi bersabda: "Tidak akan lurus Iman seseorang hingga hatinya lurus, tidak akan lurus hati seseorang hingga lisannya lurus."

Dalam hadits di atas RasuluLLAH memerintahkan kita untuk diam apabila tidak mampu untuk mengatakan hal-hal yang baik. Artinya, bagi seorang yang beriman kepada ALLAH kata-kata yang keluar dari lisannya adalah kata-kata yang penuh hikmah, manfaat dan penyejuk bagi yang mendengarkannya. Tidak pantas bagi seorang muslim untuk banyak bicara yang tidak bermanfaat, karena semakin banyak bicara yang tidak bermanfaat akan mendekatkan diri kita pada neraka (Na'udzubiLLAH). Umar ra. pernah berkata: "Barang siapa yang banyak bicara, maka akan banyak salahnya. Barang siapa yang banyak salahnya maka akan banyak dosanya. Barang siapa banyak dosanya maka neraka lebih pantas baginya."

No comments:

Post a Comment

Permata Hati-ku