Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina)

16 January 2009

Gaza Jadi Laboratorium Senjata Israel

Menutur dua aktivis Norwace, senjata yang diuji coba kemungkinan adalah DIME.

OSLO -- Israel menggunakan Gaza sebagai tempat uji coba senjata baru mematikan yang mereka miliki. Hal ini diungkapkan dua tenaga medis Norwegia, Mads Gilbert (61) dan Erik Fosse (58) yang selama 10 hari bekerja di Rumah Sakit Shifa, Gaza. Mereka dikirim oleh Norwegian Aid Comitte (Norwac) ke Gaza pada 31 Desember lalu.

''Ada kecurigaan yang sangat besar, saya pikir Gaza sekarang digunakan sebagai laboratorium uji coba senjata baru,'' kata Gilbert saat tiba di bandara Gardermoen, Oslo, seperti dikutip harian Dawn, Selasa (13/1).

Ia menyatakan kecurigaan ini didasarkan pada sejumlah jenis luka yang diderita warga Gaza selama ia dan Fosse bekerja di RS Shifa. Gilbert dan Fosse menyatakan ada tanda-tanda yang sangat jelas bahwa Isreal menggunakan Dense Inert Metal Explosive (DIME) di Gaza.

''Ini merupakan generasi baru dari bahan peledak kecil yang berdaya ledak besar. Kekuatannya sangat besar dan bisa dirasakan dalam jarak 5 hingga 10 meter,'' ungkap Gilbert.

Menurut Gilbert, ia belum pernah melihat insiden ledakan yang merenggut korban. Para korban yang langsung terkena ledakan, kata dia, biasanya tubuhnya terkoyak dan tak akan bisa bertahan hidup. Namun ia dan rekannya menyatakan melihat sejumlah korban yang diyakini mengalami luka akibat ledakan DIME.

''Kami melihat sejumlah korban yang secara brutal sebagian anggota tubuhnya terpotong. Namun tanpa adanya luka akibat pecahan mesiu pada para korban, kecurigaan kami sangat besar bahwa luka tersebut pasti diakibatkan oleh DIME,'' ungkap Gilbert. Ia menambahkan luka akibat ledakan senjata ini sangat mengerikan.

Senjata ini, ungkap Fosse, menyebabkan urat terkoyak dari dagingnya. Ini sangat berbeda dengan luka yang diakibatkan pecahan mesiu. ''Saya telah melihat dan merawat korban dengan berbagai luka selama 30 tahun di berbagai zona perang berbeda. Dan ini (luka yang diderita warga Gaza) benar-benar terlihat berbeda,'' ungkapnya.

''Jika Anda berada di sangat dekat DIME yang meledak, rasanya kaki Anda seperti terkoyak-koyak dan lepas. Anda merasakan tekanan gelombang yang sangat kuat dan tak ada pecahan mesiu,'' jelas Fosse.

Di sisi lain, Gilbert juga yakin Israel menggunakan senjata ini pada perang melawan Hibullah di Lebanon pada 2006 lalu. Ia menambahkan, berdasarkan studi yang ada luka akibat DIME ini akan mengakibatkan kanker ganas dalam kurun waktu empat hingga enam bulan.

''Israel harus mengungkapkan senjata apa yang mereka gunakan dan komunitas internasional harus melakukan penyelidikan atas hal ini,'' katanya menegaskan.

Sementara Habas al-Wahid, kepala bagian gawat darurat di Shuhada al-Aqsa Hospital, Gaza City yang dikutip Arab News mengatakan dalam sejumlah kasus, kaki para korban yang terluka seperti terpotong dari tubuh.

''Terlihat seperti tulang yang baru saja dipotong oleh gergaji. Namun tak ada pecahan mesiu pada atau sekitar luka si korban,'' ungkapnya. Sementara juru bicara Rumah Sakit Shifa, Gaza City, Juma Saka, mengatakan ketika memeriksa luka sejumlah korban, para dokter menemukan bubuk dalam tubuh korban dan di bagian dalam organ mereka. Bubuk itu kemudian berubah menjadi karbon.

''Bubuk itu seperti mesiu mikroskopik yang kemungkinan besar penyebab luka pada korban,'' ungkapnya.

Menyusul klaim para dokter di Gaza, sebuah tim investigasi yang beranggotakan jurnalis Italia dari televisi Rai News 24, mengambil sampel dibawa ke Italia. Carmela Vaccaio, seorang dokter dari University of Parma, memeriksa sampel itu dan menemukan konsentrasi karbon dalam jumlah tinggi. Juga tembaga dan alumunium yang jumlahnya tak biasa.

Dalam laporannya, Vaccaio, mengatakan bahwa temuan yang didapatkan dari sampel tersebut memiliki hubungan dengan DIME.

No comments:

Post a Comment

Permata Hati-ku