Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina)

12 February 2009

Belajar dari Mesir

Kemarin hari Senin, 9 Februari 2009 saya diundang oleh Yayasan Markaz Ad-Da'wah di Jakarta untuk mendengarkan sharing seorang syekh dari Mesir. Beliau memaparkan bagaimana para ulama Mesir membina masyarakat muslim sehingga memiliki pemahaman Islam yang baik bahkan sampai pada tahapan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Metode da'wah yang digunakan adalah sebuah halaqah ilmiah yang melibatkan seluruh peserta sehingga dapat berperan aktif di dalamnya. Pertemuan dilakukan hanya seminggu sekali dan memakan waktu sampai 3 jam. Pertemuan tersebut memiliki sturuktur acara yang baik, yaitu:
  1. Tilawah Al-Qur'an: Dalam tilwah ini semua peserta membaca Al-Qur'an satu persatu dan yang lainnya menyimak dan sesekali memperbaiki bacaan apabila ada kesalahan. Terkadang session tilawah ini diganti dengan hafalan Al-Qur'an.
  2. Do'a Setelah Tilawah: Baik do'a setelah membaca Al-Qur'an atau do'a lain sesuai kebutuhan.
  3. Kalimat Iftitah dari Ustadz: Isi kalimat iftitah ini adalah berupa arahan/nasihat yang berkaitan dengan permasalahan-permasalah kontemporer, baik yang berkenaan dengan akhlaq para peserta (akhlaq yang baik maupun yang buruk), maupun yang ada di tengah masyarakat.
  4. Materi Inti: Materi ini berkaitan dengan Tsaqofah (wawasan). Materi tidak sepenuhnya disampaikan oleh sang Ustadz, akan tetapi setiap peserta menyiapkan materi yang akan disampaikan (sudah ditentukan terlebih dahulu saat pertemuan sebelumnya), dan Ustadz akan menentukan siapa yang akan menyampaikan pada kesempatan tersebut. Setelah salah satu dari peserta mempresentasikan materi secara ilmiah, kemudian materi tersebut didiskusikan dengan melibatkan seluruh peserta. Setelah diskusi dilakukan maka akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk diaplikasikan oleh peserta ta'lim.
  5. Pen-ta'kid-an (Penekanan): Dibagian ini Ustadz menekankan kembali pentingnya ukhuwah dalam Islam dengan menekankan rukun-rukunnya yaitu: Ta'aruf (Perkenalan); Tafahum (saling memahami); dan Ta'awun (saling menolong).
SubhanaLLAAH, seandainya ta'lim-ta'lim yang ada di Indonesia semua menerapkaan metode tersebut, pastilah akan tercetak generasi-genari Islam yang kaffaah sehingga Umat Islam akan terwujud 'Izzul Islam wal Muslimiin' . ALLAAHU AKBAR.

No comments:

Post a Comment

Permata Hati-ku