Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina)

18 February 2009

Sabar

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah: 45


وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Artinya: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu”.


Muqatil bin Hayam dalam tafsirnya mengenai ayat ini mengatakan, “Hendaklah kalian mengejar kehidupan akhirat dengan cara menjadikan kesabaran dalam mengerjakan kewajiban dan shalat sebagai penolong”. :(

Mujahid mengatakan bahwa: Sabar adalah Shiyam. Al Qurtubi dan ulama lainnya mengatakan: “Oleh karena itu Ramadhan disebut sebagai bulan kesabaran”.

Sabar artinya adalah: Menahan diri dari perbuatan maksiat, karena itu disebutkan bersama dengan pelaksanaan berbagai macam ibadah, dan ibadah yang paling utama adalah shalat.

Umar bin Khattab berkata: “Sabar itu ada dua macam, yaitu sabar ketika mendapatkan musibah, dan itu adalah baik, lebih baik lagi adalah bersabar dalam menahan diri dari mengerjakan apa yang diharamkan ALLAH.”

Ibnul Mubarak meriwayatkan dari Sa’id bin Juba’ir, katanya: “Kesabaran itu adalah pengakuan hamba kepada ALLAH atas apa yang menimpanya dan mengharap keridhaan disiNYA serta menghendaki pahalaNYA. Terkadang seseorang merasa cemas sedang ia tetap tegar, tidak terlihat darinya kesuali kesabaran.”

Sunai meriwayatkan, dari Hajjaj, dari Ibnu Juraij, ia mengatakan bahwa: “Sabar dan shalat merupakan penolong untuk mendapatkan rahmat ALLAH SWT”.

(Sumber: Tafsir Ibnu Katsir)

No comments:

Post a Comment

Permata Hati-ku