Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina)

09 March 2009

Penyebab Tertahannya Azab ALLAH SWT

Sudah tidak asing lagi bagi kita mendengar banyak sekali musibah yang terjadi di negeri kita tercinta ini. Mulai dari musibah yang kecil sampai yang besar. Musibah tersebut datang secara beruntun, seolah tidak peduli apakah kita sudah siap menghadapi ujian tersebut atau tidak. Memang musibah datang tanpa basa-basi, kapan saja, tidak ada tanda-tanda, tanpa pandang bulu, bahkan tanpa melihat status seseorang, berimankah? atau kafir? :x
ALLAH SWT berfirman:

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (25)
Artinya: “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya”. (Al-Anfaal: 25)



Dalam ayat lain ALLAh berfirman:

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ (97) أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ (98) أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ (99)
Artinya: “Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi”. (Al-A’raf: 97-98)


Dari ayat tersebut di atas tentunya sudah banyak kita mengambil pelajaran dari musibah-musibah yang telah terjadi. Kita ambil contoh: Sunami yang terjadi di sebagian dunia khususnya di Aceh pada tahun 2004 yang lalu, terjadi sekitar pukul 08.00 pagi saat semua orang memulai aktivitas kerja dan anak-anak asik bermain… .

Musibah tersebut adalah teguran dari ALLAH yang mesti kita antisipasi. Lalu bagaimana mengantisipasi datangnya musibah, atau bahkan “menahan” kedatangan musibah pada suatu daerah/kaum. ALLAH SWT dan Rasul-NYA mengkhabarkan kepada kita kiat-kiat agar terhindar dari musibah:

1. Beriman dan bertaqwa kepada ALLAH SWT.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبــــُونَ (96)
Artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”.


2. Menghadirkan RasuluLLAH dalam kehidupan kita dengan menghidupkan sunnah-sunnah-nya, dan memohon Ampun kepada ALLAH SWT.

وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (32) وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (33)
Artinya: “Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: "Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih. Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun".
Di antara mufassirin mengartikan yastagfiruuna dengan bertaubat dan ada pula yang mengartikan bahwa di antara orang-orang kafir itu ada orang muslim yang minta ampun kepada Allah.


3. Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an dan Al Hadits.

Imam Thobroni dalam Al Kabir meriwayatkan dari Bukair bin Ma’ruf, dari ’Alqomah bin Sa’id bin Abdur Rohman bin Abza, Ia berkata : ”Suatu hari Rosululloh SAW berkhutbah setelah memberikan pujian bagus kepada beberapa kelompok kaum muslimin, beliau bertutur :”Bagaimana kondisi suatu kaum yang tidak mentarbiyah, tidak mengajarkan, tidak memberi nasihat, tidak membimbing, dan tidak mencegah perbuatan mungkar tetangganya ? Bagaimana keadaan suatu kaum jika tidak mau mengkaji dan dan tidak minta bimbingan kepada tetangganya ? Wallohi mereka harus mentarbiyah dan membimbing tetangganya, dan mereka wajib mengkaji dan minta bimbingan kepada tetanggannya atau bila tidak mau, akan kumintakan adzab supaya segera turun kepada mereka.”


No comments:

Post a Comment

Permata Hati-ku