Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina)

25 September 2009

Memperbaiki Diri


Khutbah Jum'at, 25 September 2009
Masjid Al Munir - Jakarta Selatan
Oleh: Abdillah, S.Pd.I
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره, ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا, من يهده الله فلا مضل له, ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله
أللّهُمَّ صَلِّي وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يَتَمَسَّكُوْنَ بِسُنَّتِهِ وَدِيْنِهِ
أمَّا بَعْدُ : فَيَا عِبَادَ اللهِ اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلكَرِيْمِ : لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

وفي حديث أبي عمرة الثقفي قال: قلت: يا رسول الله قل لي في الإسلام قولا لا أسأل عنه أحدا غيرك. قال: قل: "آمنت بالله ثم استقم"
صدق الله العظيم وصدق الرسول الكريم ونحن علي ذلك من الشاهدين والشاكرين والحمد لله رب العالمين.


Pujian, shalawat dan pesan taqwa.

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ


Jama'ah Jum'at Rahimakumullah.

Ramadhan telah berlalu, kita berharap ibadah dan amal dalam bulan Ramadhan membawa bekas dalam kehidupan kita. Tentunya dengan harapan mencapai gelar taqwa sesuai dengan tujuan puasa لعلكم تتقون

Atsar taqwa yang dinginkan dalam kehidupan seorang mu'min adalah sebagaimana firman ALLAH dalam surat Ali Imran: 133-135:
  1. الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ (berinfaq lapang-sempit)
  2. وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ (Menahan amarah)
  3. وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاس (Memaafkan manusia)
  4. وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِم (Orang yg berbuat keji atau menganiaya diri sendiri, ingat akan Allah)
Jama'ah jum'at Rahimakumullah.

Taqwa yang ada pada diri kita hendaklah senantiasa kita pupuk. Agar ketaqwaan tersebut tetap bersemi dalam diri setiap muslim yang pada akhirnya kita berharap ketaqwaan personal tersebut akan membawa dampak yang luar biasa dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat dimana kita berada.
Ramadhan kemarin dan Syawal saat ini kita jadikan momentum awal untuk merubah kehidupan kita kearah yang diridhai ALLAH swt karena perubahan suatu kaum/masyarakat diawali dari perubahan individu.

ALLAH swt berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ – الرعد: 11
ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ – الأنفال: 53

(Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri,…


Dari ayat tsb sangat jelas bahwa kunci keberhasilan masyarakat dalam mencapai kesuksesan, kemakmuran dan kebahagiaan adalah dengan merubah setiap individu yang ada dalam masyarakat tersebut ke arah yang lebih baik.

Jama'ah Jum'at Rahimakumullah.

Dalam sebuah kisah yang sangat mashur, ketika Umar bin Khattab r.a berjalan menyusuri jalan2 di kota. Ketika lelah dan beliau beristirahat tanpa sengaja terdengarlah olehnya percakapan antara ibu dan anak perempuannya dari dalam rumah dekat dia beristirahat.

Nak, campurkanlah susu yang engkau perah tadi dengan air,” kata sang ibu.
Jangan ibu. Amirul mukminin sudah membuat peraturan untuk tidak menjual susu yang dicampur air,” jawab sang anak.
Tapi banyak orang melakukannya Nak, campurlah sedikit saja. Tho insyaallah Amirul Mukminin tidak mengetahuinya,” kata sang ibu mencoba meyakinkan anaknya.
Ibu, Amirul Mukminin mungkin tidak mengetahuinya. Tapi, Rabb dari Amirul Mukminin pasti melihatnya,” tegas si anak menolak.

Mendengar percakapan ini, berurailah air mata Umar. Sesampai di rumah, dipanggilah anaknya untuk menghadap dan berkata, “Wahai Ashim putra Umar bin Khattab. Sesungguhnya tadi malam saya mendengar percakapan istimewa. Pergilah kamu ke rumah si fulanah dan selidikilah keluarganya.”
Sekembalinya dari penyelidikan, dia menghadap ayahnya dan ayahnya berkata;
“Pergi dan temuilah mereka. Lamarlah anak gadisnya itu untuk menjadi isterimu. Aku lihat insyaallah ia akan memberi berkah kepadamu dan anak keturunanmu. Mudah-mudahan pula ia dapat memberi keturunan yang akan menjadi pemimpin bangsa.”

Jama'ah Jum'at Rahimakumullah.

Dalam sejarah kemudian kita mengenal bahwa dari pernikahan putra Umar bin Khattab tersebut lahirlah seorang cucu yang bernama Umar bin Abdul Aziz dan kemudian menjadi seorang khalifah.
Dirawayatkan bahwa Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah yang sangat piawai dalam hal kepemimpinan. Kepiawaiannya memimpin membuat rakyatnya yang mampu (kaya) dengan sadar mau membayar zakat. Dalam rentang waktu kepemimpinannya yang kurang dari 3 tahun (99H-101H), umat Islam di bawah kepemimpinannya berada dalam kesejahteraan.

Jama'ah Jum'at Rahimakumullah.

Dari kisah tersebut kita dapat ambil beberapa hikmah;
Diantaranya adalah Perubahan suatu bangsa dimulai dari ketaqwaan setiap individu yang ada di dalamnya. Pasca Ramadhan ini kita berusaha untuk tetap memperbaiki diri di antaranya adalah dengan:
  1. Aqidah harus bersih (Saliimul Aqidah)
  2. Ibadah dengan baik dan benar (Shahihul Ibadah)
  3. Akhlaq yang mulia (Matiinul khuluq)
Termasuk ke dalam perbaiakan akhlaq adalah:
  • Haarisun 'ala waktihi (perhatian thd waktu)
  • Munazhzhaman fii syu'unihi (Tertib dlm urusan)
  • Naafi'un lighairihi (bermanfaat utk orang lain)

Demikianlah…..

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبِّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَِّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أقُوْلُ قَوْلِي هَذا وَأسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ لَِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

No comments:

Post a Comment

Permata Hati-ku