Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina)

24 February 2010

Keutamaan Surat Al-IKhlaash


Abu Ya`la al-Mushili meriwayatkan dari Jabir ibnu Abdullah, ia berkata, "Rasulullah Saw bersabda; "Ada tiga hal, yang apabila dikerjakan dengan iman, maka ia masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki, dan mendapatkan bidadari mana saja yang ia kehendaki.Tiga hal tersebut adalah: orang yang memaafkan orang yang ingin membunuh dirinya, orang yang membayar utang secara diam-diam, dan orang yang membaca surat al-Ikhlaash sepuluh kali setelah shalat-shalat wajib." Jabir berkata, "Lalu Abu Bakar bertanya, "Ataukah cukup dengan melakukan salah satunya saja wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Iya, atau cukup dengan melakukan salah satunya saja." Musnad Abu Ya`la (3/332)

Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Sa`id ra, ia berkata, "Rasulullah Saw bersabda kepada para sahabatnya, "Apakah salah seorang di antara kalian tidak mampu membaca sepertiga al-Qur`an dalam satu malam." Maka hal itu memberatkan mereka, dan berkata, "Siapa di antara kami yang mampu melakukannya wahai Rasulullah." Maka beliau bersabda; "Surah al-Ikhlaash itu sepertiga al-Qur`an." Hadits ini hanya diriwayatkan oleh al-Bukhari.

Al-Bukhari meriwayatkan dalam kitab tentang shalat, dari Anas ra, ia berkata, "Seorang laki-laki dari kaum Anshar menjadi imam dalam shalat mereka di mesjid Quba`. Acapkali ia membuka suatu surat yang ia baca dalam shalat untuk mereka. Di antara surat yang ia baca, yaitu ia buka dengan surat al-Ikhlaash, hingga ia selesai membacanya, kemudian ia membaca surat yang lain. Ia melakukannya pada setiap raka`at. Sehingga para sahabatnya mempertanyakannya, "Engkau membuka dengan surat tersebut, kemudian engkau tidak merasa bahwa surat tersebut sudah cukup, sehingga engkau membaca lagi surat yang lain. Jadi, jika engkau membaca surat tersebut maka tidak usah membaca surat yang lain, atau sebaliknya." Lalu ia berkata, "Aku tidak bisa meninggalkan surat tersebut. Jika kalian menyukai aku menjadi imam kalian dalam shalat, maka aku tetap melakukannya. Tapi jika kalian tidak menyukainya, maka kuserahkan perkara imam pada kalian." Mereka memandang bahwa orang tersebut merupakan orang yang paling utama di antara mereka, dan mereka tidak menyukai jika orang lain yang menjadi imam mereka dalam shalat. Ketika Nabi Saw. mendatangi mereka, mereka menceritakannya kepada beliau. Lalu beliau bersabda; "Hai Fulan! Apa yang melarangmu melaksanakan apa yang diperintahkan oleh para sahabatmu, dan apa yang mendorongmu tetap membaca surat tersebut dalam setiap raka`at." Laki-laki tersebut berkata, "Sungguh, aku mencintai surat tersebut." Beliau bersabda, "Cintamu terhadap surat tersebut, menyebabkanmu masuk surga." Demikianlah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari. Fath al-Bari (2/298)

No comments:

Post a Comment

Permata Hati-ku