Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina)

25 May 2010

Apa Urgensi Mempelajari Al Qur’an?

Download Al-Qur'an Tajwid


Urgensi Mempelajari Al Qur’an untuk ibadah, Al Qur’an adalah kitabuLLAH yang membacanya dinilai ibadah. Nabi Muhammad saw. pernah bersabda: “Bukanlah kukatakan alif-lam-mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, mim satu huruf. Masing-masing huruf diberi pahala sepuluh kebajikan“.(Al Hadits )

Tidak seperti bacaan lain, membaca al-qur’an, baik mengerti atau tidak artinya, dinilai sebagai ibadah di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, sebagai hamba Allah, kaum muslimin selayaknya setiap hari selalu membaca al-qur’an. Allah SWT berfirman: “…Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-qur’an…” (QS. Al Muzammil 20).

Bahkan al-Qur’an satu-satunya kitab yang diperintahkan untuk dibaca secara tartil, perlahan-lahan dan berirama. Allah SWT berfirman: “Dan bacalah al-qur’an itu dengan tartil ” (QS. Al Muzammil 4).

Mempelajari dan memahami al-Qur’an serta mengajarkannya adalah ibadah yang sangat tinggi nilainya. Rasulullah saw bersabda: “Yang terbaik di antara kalian adalah yang mempelajari dan mengajarkan al-qur’an.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Ashabus Sunan).

Berkumpul di masjid untuk membaca dan mempelajari tafsir-tafsir serta hukum-hukum al-Qur’an sangat dianjurkan, terutama pada bulan Ramadhan. Rasulullah saw bersabda: “Dan tiada berkumpul suatu kaum di dalam suatu rumah Allah mereka membaca Kitab dan mempelajarinya bersama-sama (tadaarus) melainkan diturunkan kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi para malaikat dan disebut-sebut oleh Allah di hadapan hamba-hambaNya yang ada di sisiNya.” (HR Muslim).

Adapun yang memelihara hafalan al-qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan akan mendapatkan kedudukan mulia di surga sesuai dengan tingkat hafalan dan amalannya. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Dikatakan kepada pengemban al-qur’an, ‘Bacalah dan naiklah. Dan bacalah secara tartil seba- gaimana membacanya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu (di surga) berada di tingkat akhir dari bacaanmu’.” (HR Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah,Ibnu Hibban dan Tirmidzi).

No comments:

Post a Comment

Permata Hati-ku