Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina)

11 May 2010

Belajar dari Matahari

Matahari adalah makhluq ciptaan ALLAH yang menakjubkan. Matahari tidak pernah berhenti memberikan kehangatan bagi semua makhluq yang ada di bumi, sehingga kehidupan berjalan dengan normal dan lancar. Tugas yang akan selalu diembannya sampai hari kiamat.

Coba kita bayangkan jika matahari tidak bersinar sehari saja, tentu makhluk yang ada di bumi akan mengalami kesulitan. Tumbuhan tidak bisa melakukan fotosintesis, binatang akan kesulitan mencari makanannya, dan manusiapun akan kesulitan dalam beraktifitas.

Ada pelajaran berharga yang dapat dipetik, yaitu matahari mengajarkan kepada kita tentang kebiasaan MEMBERI. Memberi (dalam Islam biasa disebut dengan istilah sedekah) adalah pangkal kesuksesan. Bagi sebagian orang mungkin terdengar ambigu, bukankah dengan meberi itu berarti apa yang kita miliki semakin berkurang? Pernyataan yang keliru. Justru dengan semakin banyak memberi, semakin banyak pula yang diterima atau didapat.

Rasulullah bersabda: "ALLAH akan menolong seorang hamba, selama dia suka menolong saudaranya." (HR. Ahmad)


Dalam sebuah ayat ALLAH berfirman:

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menfkahkan hartanya di jalan ALLAH adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. ALLAH melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan ALLAH Maha Luas (Karunia-NYA) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)


Saatnya untuk saling memberi dan berbagi.

No comments:

Post a Comment

Permata Hati-ku